Skip to main content

Alasan Mengapa Mu Bisa Juara Liga Champions

Keberhasilan tim MU saat pertandingan yang telah berlangsung dan bisa menjadi juara pada liga Champions ini tentunya tak lepas dari berbagai alasan yang mampu membuat klub nya mencapai kejuaraan. Tampil kembali pada Liga Champions, tentu saja mampu membuat Manchester United  ingin mengukir prestasi terbaiknya. Terlebih, MU ini telah memiliki sejumlah faktor yang mampu mengantarkan mereka dalam  merebut trofi saat kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Nah, berikut adalah beberapa faktor keberhasilan tim MU hingga jadi juara liga Champions.

  1. Manchester United miliki striker kelas dunia

Manchester United memang sudah mendatangkan seorang striker yang bernama Romelu Lukaku yang berasal dari Everton saat bursa transfer di musim panas pada tahun 2017. Seorang striker yang sudah berusia sekitar 24 tahun ini nyatanya memiliki nilai transfer sejumlah 75 juta pound. Selama laga yang sudah berlangsung selama berkompetisi nyatanya dia sudah mampu mencetak 4 gol dari empat laga. Tentunya meskipun harga transfernya terbilang tinggi, namun keahliannya dalam mencetak gol tidak perlu diragukan lagi. Inilah yang menjadi salah satu alasan keberhasilan tim MU bisa jadi juara liga Champions.

  1. Musim yang kedua bagi Mourinho

Pada saat musim yang pertama, manajer darI Manchester  United  memberikan sejumlah kritikan kepada Jose Mourinho.  Kendati demikian, nyatanya Mourinho masih bisa memberikan 3 gelar juara yang membanggakan untuk klub sepak bola MU. Tiga gelar juara tersebut antara lain Piala liga Inggris, Liga Europe maupun Community Shield. Jika kita lihat dari catatan Mourinho di masa yang lalu, sering kali pria asal Portugal ini meraih suatu kesuksesan besar pada musim yang kedua. Sebagai contoh saja saat berada di Inter Milan, pada musim pertama tahun 2008 hingga 2009 ia dianggap telah gagal. Namun pada musim yang kedua nyatanya ia mampu berikan sebuah trofi juara Liga Champions untuk klub Italia.

  1. Memiliki Lini Pertahanan Kokoh

Manchester United memang pernah dapatkan banyak kritikan pada saat Liga Inggris musim tahun 2016 hingga 2017. Salah satu kritikannya tentu saja mengenai produktivitas gol. Klub yang mendapatkan suatu julukan sebagai Setan Merah ini nyatanya sudah mampu mengemas 54 gol di musim tahun lalu. Meskipun demikian, lini pertahanan dari MU ini memang patut dibanggakan di musim lalu. Skuat racikan dari Jose Mourinho ini nyatanya hanya kemasukan 29 gol saja. Bukan hanya itu saja, MU pun tidak terkalahkan di antara bulan Oktober 2016 dan juga Mei 2017.

  1. Hadirnya kembali pemain gelandang Paul Pogba

Ketika telah usia menghabiskan waktunya selama 4 musim bersama Juventus di Intalia, nyatanya Paul Pogba ini mengambil keputusan untuk kembali lagi pada Manchester United di musim tahun 2016. Ia bahkan pernah menyandang status sebagai pemain termahal yang ada di dunia pada musim yang lalu dengan jumlah transfer sebesar 110 juta euro. Pada saat awal Liga Inggris pun ia sudah mampu menunjukkan kualitas yang dimilikinya sebagai jenderal lini tengah dari klub MU. Bukan hanya itu saja, nyatanya dari 3 liga yang berlangsung, ia pun sudah mampu mencetak gol. Pantas saja jika gelar juara liga Champions bisa didapatkan.

Pemain Yang Bisa Direkrut AS Roma Agar Bisa Juara Liga Italia

Wajar saja jika para fans Klub AS Roma sangat was-was dengan dijualnya beberapa pemain kunci mereka dan hanya mendatangkan pemain-pemain baru yang kurang begitu meyakinkan. Di tengah sangat seriusnya Juventus dan juga AC Milan dalam mendatangkan pemain dalam bursa transfer kali ini, Klub AS Roma masih bisa di bilang biasa saja. Pendukung mereka bahkan sangat khawatir dengan performa timnya yang akan menurun di kompetisi musim ini dikarenakan banyak alas an. Diantaranya adalah ditinggal pelatih Luciano Spalletti, Francesco Totti yang pensiun, dan klub juga lebih banyak menjual pemain-pemain kuncinya.

 

Baca Juga : Download Roulette Di Android Playstore

 

Mohamed Salah, Mario Rui, Antonio Rudiger, dan yang paling anyar adalah Kostas Manolas dapat memunculkan perasaan was-was di kalangan para penggemar Klub AS Roma. Terlebih lagi mereka juga harus menjalani pertandingan di babak play-off Liga Champions Eropa. Klub AS Roma sendiri saat ini baru mendatangkan pemain yang terbagi di dalam dua kategori, yaitu pemain bintang tapi bukan pemain besar dan juga pemain muda yang masih sangat kurang pengalaman.

 

Monchi, yang merupakan direktur olahraga papan atas Eropa, tentu saja di harapkan oleh Klub AS Roma bisa memboyong pemain-pemain yang memiliki kualitas baik supaya bisa terus menjaga eksistensi Roma sebagai tim petarung dalam perburuan gelar Liga Italia. Lalu siapa kira-kira pemain yang bisa didatangkan Monchi untuk memuaskan pendukung AS Roma? Berikut beberapa nama yang bisa di datangkan Roa di bursa transfer kali ini.

  1. Riyad Mahrez

Usai musim 2016-2017 selesai, Mahrez mengatakan jika ia ingin sekali untuk meninggalkan timnya, Leicester City. Alasan dia ialah bukannya tak menghormati Leicester, namun karena ia ingin menagih janji manajemen tim yang sebelumnya  meminta supaya dirinya bertahan satu musim, dikarenakan Leicester City mengikuti Liga Champions Eropa.

  1. Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel sudah bermain untuk Leicester City dan berhasil meraih satu title Liga Premier Inggris. Seharusnya dirinya sudah memiliki sebuah alasan yang sangat kuat untuk meninggalkan Leicester City. Tugas dia sudah selesai, dan Leicester tidak akan pernah sama lagi dengan tim yang saat masih dilatih oleh Claudio Ranieri saat juara Liga Inggris musim 2015-2016. Sudah saatnya dirinya mencari petualangan yang baru.

  1. Zlatan Ibrahimovic

Walau usia Ibra sudah menginjak 35 tahun akan tetapi dirinya masih menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia sepak bola dengan raihan 28 golnya bersama Manchester United musim lalu.

 

Daniele De Rossi dan Radja Nainggolan saja tidak akan cukup untuk AS Roma, mereka membutuhkan seorang pemain berkarakter seperti Totti, apalagi jika mereka ingin menjuarai Liga Italia. AS Roma bisa saja mendapatkan Ibra dikarenakan sang pemain sendiri berstatus bebas transfer.

Gael Clichy tidak akan bersama Manchester city lagi musim depan

Gael Clichy Tidak Akan Bersama Manchester City Lagi Musim Depan

Gael Clinchy hengkang dari klub – Berita terbaru dunia sepak bola datang dari klub Manchester City yang mengabarkan bahwa Gael Clinchy hengkang dari klub akhir musim ini. Memang sudah beberapa waktu lalu beredar rumor mengenai keluarnya bek asal Prancis tersebut. Setelah Clichy keluar dari Manchester City, belum jelas kemana ia akan meneruskan masa depannya.

 

Apakah tetap bermain sepak bola di club lain atau benar-benar berhenti sebagai pemain bola. Hingga saat ini media terus mencari informasi lanjutan dari Clichy terutama informasi mengenai rencananya setelah benar-benar hengkang dari Manchester city.

 

Mengenai berita Gael Clinchy hengkang dari klub Manchester city, ini bukan jadi hal yang mengagetkan. Pasalnya pemain dengan usia 31 tahun ini sudah masuk dalam data sejumlah pemain yang akan dikeluarkan oleh manajer Josep pep Guardiola musim mendatang.

 

Selain usianya yang memang sudah tua, diperkirakan performanya saat bermain dalam pertandingan yang diikuti Manchester City sudah mulai menurun. Sedangkan MC membutuhkan pemain yang masih sangat prima tenaganya guna dapatkan keberhasilan dalam liga pertandingan bergengsi.

 

Dahulunya ia mulai di rekrut dari Arsenal pada tahun 2011. Selama bergabung bersama Manchester City tersebut ia sudah tampil sebanyak 192 kali. Selama 6 tahun bermain bersama MC, ia sudah mengangkat dua gelar Liga primer Inggris. Ini adalah salah satu bentuk pencapaian MC yang sangat baik. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari permainan Clinchy yang berkualitas pada waktu itu.

 

Keputusan Gael Clinchy Hengkang Dari Klub

Gael Clinchy hengkang dari klub – “Sulit, saya tidak yakin mengenai Joe Hart akan di Manchester City musim depan. Saya sendiri juga tidak akan ada disini di musim depan” tegas Clichy seperti yang dilansir Soccerway.

 

Rumor mengenai Gael Clinchy hengkang dari klub ini diperkuat dengan keputusan City yang tidak memperpanjang kontrak poblo Zabaleta. Namun Zaballeta lebih dulu dapatkan laga perpisahan saat menang 3-1 atas West Bromwich Albion, saat akhir pekan lalu.

 

Sepertinya Gael juga akan dapatkan laga perpisahan beberapa saat lagi ketika ia sudah benar-benar resmi hengkang dari Manchester City. Ia patut dapatkan penghargaan yang setimpal atas apa yang telah ia berikan pada klub ini. Jadi meski Gael Clinchy hengkang dari klub tetap saja ia keluar secara hormat sebagai pemain yang membanggakan. Namun demikian bukan berarti tidak membuat Clinchy bersedih, jika diminta untuk tetap bermain bersama Manchester City untuk beberapa tahun tentu ia masih menginginkannya karena bola sudah menjadi bagian dari hidupnya. Jika ia benar-benar keluar dari City, entah kapan lagi ia bisa berlaga dalam pertandingan.

 

Selain Gael Clinchy dan poblo Zabaleta, masih ada beberapa nama lagi yang juga dikabarkan akan hengkang dari club ini seperti Willy Caballero, Yaya Toure, Jesus Navas dan Bacary Sagna. Semua permain tersebut akan kehabisan kontrak pada musim ini dan semua juga belum dapatkan rencana perpanjangan kontrak hingga saat ini.

 

Jadi Gael Clinchy hengkang dari klub tidaklah sendirian bersamaan dengan keempat temannya tersebut. Musim depan sepertinya Manchester City akan melakukan perombakan besar atas sususan pemain mereka. Siapa saja yang nantinya akan memasuki posisi sebagai pengganti pemain yang hengkang tersebut masih belum diketahui.

 

Beberapa pendukung Clinchy tentunya inginkan ia masih bisa bermain sepak bola, namun mengingat usianya yang sudah cukup tua membuat beberapa klub enggan merekrutnya. Seperti yang kita tahu saat ini ada banyak sekali pemain muda yang lebih berkualitas performanya. Apapun nanti keputusannya setelah Gael Clinchy hengkang dari klub, pendukungnya tetap mengharapkan yang terbaik untuk masa depan Clinchy

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Jika kita mengingat Inggris, mungkin salah satu hal yang bisa dihubungkan dengan negara tersebut adalah adanya beberapa tim sepak bola. Bahkan, beberapa tim sepak bola dari negara Ratu Elizabeth tersebut sudah memiliki nama dan terkenal di kancah internasional. Salah satunya dan tak terkecuali juga melibatkan tim sepak bola Chelsea, yang memiliki simbol singa.

 

Michy Batshuayi, Striker The Blues Chelsea

Saat kita membicarakan tim sepak bola Chelsea, di sana pasti terdapat sejumlah nama pemain yang dikenal banyak sekali orang, terutama para penggemarnya. Salah satu dari pemain yang diandalkan oleh tim sepak bola asal Inggris yang satu ini adalah Michy Batshuayi, yang menempati posisi sebagai striker. Apakah Anda sudah pernah mengenal nama yang satu ini?

 

Ya, nama lengkap striker tim sepak bola Chelsea ini adalah Michy Batshuayi Tunga, yang lahir di Belgia pada tanggal 2 Oktober 1993. Ia pernah bermain untuk tim nasional Belgia. Kariernya sendiri sudah dimulai sejak muda, antara lain di tim bernama RVC Evere, RUSA Schaarberk, Brussels, Anderlecht, dan juga Standard Liege. Lalu, ia meneruskan karier senior.

 

Beberapa tim yang pernah dibela oleh striker tim sepak bola Chelsea tersebut antara lain adalah Standard Liege, Marseille, dan terakhir adalah Chelsea, yang dimulai dari tahun 2006. Sebagai informasi tambahan, tinggi badan dari pemain sepak bola yang satu ini adalah 185 cm dan kini mengenakan nomor punggung 23 pada tim yang dibelanya, yaitu The Blues Chelsea.

 

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Michy Batshuayi, striker tim sepak bola Chelsea mengaku bahwa dirinya bangga bisa menjadi pemain yang bisa menentukan gelar juara dari klub sepak bola yang dibelanya. Bagi pemain sepak bola berusia 23 tahun ini, pengalaman tersebut merupakan mimpi yang terwujud menjadi kenyataan.

 

Pada waktu melawan West Brom, tepatnya akhir pekan lalu, tim sepak bola Chelsea berhasil menyabet kemenangan dengan skor 1-0. Dalam laga tersebut, gol tunggal dieksekusi oleh Batshuayi. Kemenangan ini pun akhirnya memastikan juara Liga Inggris pada musim ini berhasil diraih oleh Chelsea.

 

Michy Batshuayi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Pihaknya mempunyai musim yang fantastis. Mereka sudah bekerja sangat keras, bahkan semua orang sangat senang. Hal yang paling penting, mereka merupakan juara. Hal ini merupakan kesempatan demi mencapai tujuan dan mereka sangat senang telah berhasil.

 

Batshuayi bergabung dengan tim sepak bola Chelsea di awal musim ini. Sejauh ini, dari 25 pertandingan di seluruh kompetisi, ia sudah berhasil menyumbang 6 gol. Hal ini tentu saja bisa membanggakan Chelsea sebagai tim yang dibela oleh pemain asal Belgia ini. bahkan, sebagai pencetak gol pun Batshuayi juga merasa bangga dengan hal yang bisa dicapainya.

 

Ia menyatakan bahwa dirinya merasa sangat senang dapat membantu tim sepak bola Chelsea pada saat momen penting. Ini merupakan musim yang sulit sekali untuknya secara pribadi, namun ia tahu bahwa ini tak akan mudah, karena ini merupakan klub hebat dengan para pemain hebat. Ia sudah bekerja sangat keras dan sekarang memberi kontribusi besar.

 

Tak sampai di sini saja, pencetak gol dari tim sepak bola Chelsea ini juga menyatakan bahwa meski belum banyak bermain, namun ia sudah belajar banyak selama 1 pekan dalam latihan, bahkan kapanpun saat ia mendapat kesempatan untuk bermain, ia memberi yang paling baik.

Fakta Unik Sir Alex Ferguson

Fakta Unik Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson, siapa yang tidak kenal dengan sosok legendaris ini di cabang olahraga sepakbola? Ya benar, mantan pelatih Manchester United yang lahir di Govan, Glasgow dengan umur 76 tahun ini memang seorang pelatih yang kualitasnya tidak perlu lagi dipertanyakan. Keahliannya dalam mengatur strategi saat pertandingan sepakbola, meracik tim, serta insting kuatnya dalam merombak dan mengganti pemain saat pertandingan patut diacungi jempol. Berkat kehebatannya tersebut, Sir Alex Ferguson mampu bertahan selama 27 tahun di Old Trafford sejak tahun 1986 hingga 2013.

 

Baca Juga : Bandar Judi Casino Online Terpercaya Bigbosbet.net

 

Debut pertamanya bersama dengan tim Manchester United harus dimulai dengan kenyataan pahit bahwa saat bertanding melawan klub underdog Oxford United mengalami kekalahan dengan skor 0-2. Kemenangan pertama klub yang dijuluki dengan “setan merah atau Red Devils” ini hadir pada 22 November 1986, mengalahkan lawannya saat itu Queens Park Rangers  dengan skor tipis 1–0 di Old Trafford.

 

Klub yang pernah melahirkan pemain-pemain populer seperti Crtistiano Ronaldo, Wayne Rooney, Nani,Carlos Tevez,dan Owen Hargreaves ini  dalam musim perdananya di United, pelatih yang disapa akrab dengan Fergie ini mampu membawa Red Devils duduk di peringkat 11, yang sebelumnya mereka sempat terpuruk di peringkat 21. Akan tetapi selama perjalanannya memimpin tim Manchester United, Fergie berhasil mempersembahkan prestasi yang membanggakan seperti 13 piala Premier League, 5 Piala FA, dan 2 trofi Liga Champions.

 

Disepanjang karirnya ada sebuah kejadian yang tidak dapat dilupakan yaitu saat tim Mancherster United melawan tim Arsenal. Sebelumnya Arsenal tidak pernah ada catatan mengecewakan sebanyak 49 partai tak terkalahkan di Premier League. Saat itu, Arsenal harus takluk melawan Manchester United dengan skor 0-2. Setelah pertandingan selesai, Fergie mendapatkan kejadian yang kurang menyenangkan, official Arsenal melempar pizza ke arah Fergie di lorong pemain Old Trafford. Insiden tersebut dikenal dengan sebutan Pizzagate.

 

 

Kecintaannya dengan sepakbola serta deretan prestasi Sir Alex Ferguson agen judi bola online menjadi pelatih saat memimpin Manchester United yang membuat decak kagum, justru berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangganya. Istri dari Sir Alex Ferguson yaitu Cathy Ferguson membuat mantan pelatih Manchester United itu tidak berdaya.

 

Cathy Ferguson melarang suami tercintanya menyimpan semua hal yang berbau sepakbola dirumahnya entah itu foto-foto, baju, dan  termasuk medali-medali yang pernah diperoleh selama debutnya di cabang olahraga sepakbola . Alasan Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun sebagai manajer Manchester United pada tahun 2013, mungkin antara perasaan takut atau seberapa besar cinta dengan istrinya.

 

Hal yang dilakukan Sir Alex Ferguson tersebut sering menjadi topik perbincangan menarik di berbagai media. Tidak hanya totalitas di pertandingan sepakbola, akan tetapi Fergie juga totalitas dalam menjaga keharmonisan dengan istrinya. Kini mereka berdua hidup dengan bahagia di sebuah mansion yang dikenal dengan nama ‘Fairfields’ atau sesuai dengan nama galangan kapal tempat ayah Sir Alex Ferguson bekerja di kota Cheshire, Inggris.