Skip to main content
Alvaro Morata Dan Neymar Absen Dari Tim Nasional Spanyol Dan Brazil

Alvaro Morata Dan Neymar Absen Dari Tim Nasional Spanyol Dan Brazil

Beberapa pemain yang tidak bermain bersama tim nasional pada jeda internasional Maret mengaku kecewa. Faktor cedera menjadi alasan beberapa pemain bintang seperti Neymar dan Sergio Aguero absen dari kegiatan latihan bersama tim nasional negara mereka masing – masing. Sedangkan faktor performa yang tengah menurun, kebugaran yang tidak cukup baik atau keinginan manajer mencoba pemain baru juga menjadi alasan beberapa pemain berstatus bintang tidak dipanggil bergabung dengan tim nasional pada jeda internasional di bulan ini.

Alvaro Morata Kecewa Tidak Mendapat Panggilan Bergabung Tim Nasional Spanyol

Seorang Alvaro Morata dikabarkan mengalami kekecewaan setelah dirinya tidak mendapat panggilan untuk menjalani pemusatan latihan bersama tim nasional Spanyol di jeda internasional Maret ini. Tim nasional Spanyol akan menjalani dua pertandingan uji coba pada tanggal 23 dan 27 Maret mendatang. Morata secara mengejutkan tidak masuk ke dalam daftar pemain tim nasional Spanyol yang disiapkan manajer Julen Lopetegui untuk menjalani pertandingan uji coba melawan Jerman dan Argentina. Penyerang Chelsea yang baru saja mengakhiri paceklik gol setelah mencetak sebuah gol ke gawang Leicester City pada perempat final FA Cup lalu mengaku telah kembali menemukan permainan terbaik dan juga kepercayaan diri. Lopetegui ternyata lebih memilih memanggil penyerang Atletico Madrid Diego Costa untuk bergabung dengan skuad yang akan menjalani laga uji coba di Dusseldorf, Jerman dan di kota Madrid. Costa yang absen di paruh pertama musim karena hukuman larangan transfer yang diterima Atletico Madrid telah mencetak 6 gol di 16 pertandingan sejak awal tahun 2018.

Kekecewaan Morata tersebut diungkapkan oleh Marcos Alonso yang merupakan rekan satu timnya di klub Chelsea. Alonso mengatakan bahwa Morata sama sekali tidak senang dengan keputusan Lopetegui tidak memanggilnya untuk ikut pada laga uji coba melawan Jerman dan Argentina di jeda internasional Maret ini. Sementara itu Lopetegui selaku manajer tim nasional Spanyol menyebut faktor kebugaran dan minimnya Morata bermain akhir – akhir ini menjadi alasan dirinya lebih memilih Costa. Morata sempat mengalami cedera punggung dan paceklik gol sejak tanggal 26 Desember sebelum akhirnya mencetak gol pada akhir pekan lalu.

Meski tidak memanggil Morata; Lopetegui menyebut peluang mantan penyerang Juventus dan Real Madrid tersebut masuk ke tim nasional Spanyol di putaran final Piala Dunia 2018 masih sangat terbuka. Sang manajer menyebut keinginan mencoba pemain baru dan faktor performa menjadi alasan dirinya tidak memanggil Morata. Sementara itu Alonso yang untuk pertama kalinya dipanggil tim nasional Spanyol pada jeda internasional Maret mengaku gembira dan mendapat dukungan dari seluruh keluarganya. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat kakek dan ayah Alonso merupakan mantan pemain tim nasional Spanyol.

Neymar Tengah Menjalani Pemulihan Paska Operasi

Sementara itu seorang Neymar juga harus absen dari tim nasional Brazil yang akan menjalani pertandingan uji coba melawan Rusia dan Jerman di jeda internasional Maret ini. Penyerang Paris Saint-Germain dan tim nasional Brazil tersebut dikabarkan harus menjalani pemulihan selama 6 pekan sebelum dapat kembali berlatih. Kabar tersebut diutarakan Rodrigo Lasmar yang merupakan dokter tim nasional Brazil yang secara khusus memimpin operasi dan pemulihan bagi Neymar. Penyerang 26 tahun tersebut mengalami patah pada tulang metatarsal kelima pada kaki kanannya pada pertandingan melawan Marseille pada akhir bulan lalu. Cedera yang semula diprediksi hanya retak tersebut ternyata lebih parah dan membutuhkan prosedur operasi untuk mempercepat pemulihannya. Pihak dokter tim nasional Brazil dan dokter klub Paris Saint-Germain bekerja sama dalam proses pemulihan cedera tersebut. Lasmar secara khusus juga membantah jika dirinya sempat berselisih dengan Eric Rolland yang merupakan dokter klub Paris Saint-Germain

Chelsea Bangga Kalahkan Hull City, Tapi Mampukah Barca Ditaklukkan

Chelsea Bangga Kalahkan Hull City, Tapi Mampukah Barca Ditaklukkan

Willian winger Chelsea sangat puas dengan kemenangan timnya. Pertandingan The Blues kontra Hull City berakhir dengan skor empat gol tak berbalas. Laga ini digelar di putaran ke lima kompetisi Piala FA, yang bergulir pada Jumat, 16 Februari 2018. Mampukah Chelsea bermain dengan konsisten di berbagai laga lainnya?

Willian Puas Gunduli Hull City

Bagi Willian kompetisi kala itu berlangsung sangat memuaskan. Keseluruhan tim pun merasakan hal yang sama. Pemain ini bahkan hampir mencetak hattrick, sayang keinginan itu tidak terlaksana dengan baik. Tetapi setidaknya tim sudah menorehkan kemenangan.

Selama ini performa Chelsea memang tidak begitu membanggakan. Sehingga dalam masa sulit, tapi ternyata bisa mengapai kemenangan adalah sebuah kebanggaan tiada tara. Ketika berhsail menang, rasa percaya diri tim pun meningkat sangat drastis. Pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana caranya skuat Chelsea tetap bisa bermain konsisten di laga berikutnya.

Saat menjalani pertandingan di Stamford Bridge, The Blues memang terlihat terus melancarkan tekanan. Sejak menit pertama bergulir, penampilan punggawa Chelsea itu sudah sangat terlihat. Kalau dipantau dari statistik di website resmi FA, tim London Biru ini tercatat menguasai bola hingga 56 persen. Sedangkan tim Hull City hanya menguasai bola sebanyak 44 persen saja.

Chelsea memang sangat mendominasi, dan akhirnya The Tigers pun mampu dikalahkan dengan empat gol. Willian menyumbang dua gol pada menit ke 2, dan menit ke 32. Sedangkan gol ketiga dicetak Pedro di menit ke 27. Sedangkan gol pamungkas dikandangkan Olivier Giroud di menit ke 42.

Kemenangan beruntun ini adalah yang pertama bagi skuat Chelsea, pasca didera kekalahan dua kali beruntun. Kekalahan pertama dari Bournemouth dengan skor 0-3. Sedangkan kekalahan kedua dari Watford dengan skor telak 4-1.

Kemenangan manis ini tidak hanya didapatkan dari Hull City. Hasil menang ini pun pernah dipetik oleh Chelsea saat menumbangkan West Bromwich Albion. WBA juga digunduli punggawa London Biru, dengan skor memuaskan 3-0.

Tim Chelsea pun harus sudah bersiap, guna menghadapi partai selanjutnya. Laga seterusnya terbilang sulit, sebab The Blues harus bertemu dengan tim handal, Barcelona. Perseteruan ini akan digelar pada Selasa, 20 Februari 2018 di ajang 16 besar kompetisi Liga Champions.

Barcelona Siap Ladeni Chelsea

Sebelum kontra dengan Chelsea, Barca menerima kabar menggembirakan. Thomas Vermaelen dinyatakan sudah pulih dari cedera yang menderanya. Cedera ototnya memang parah, sehingga dia harus beristirahat lama hingga 24 hari.

Dia sudah ikut berlatih, tapi mungkin dalam waktu dekat belum bisa turun merumput. Namun, kala berhadapan dengan skuat Chelsea, Thomas Vermaelen sudah siap membela Barca. Kondisi baik bagi Barca ini tentunya harus diwaspadai oleh skuat London Biru.

Chelsea Butuh Pengganti Fabregas

Kontribusi Cesc Fabregas sudah merosot bagi Chelsea. Sehingga gelandang terbaik dunia ini harus segera diganti peranannya. Selama karier sepak bolanya, dia pernah perkuat Barcelona, Arsenal, dan Chelsea. Semua gelar pernah diperolehnya, yang membuatnya kaya dengan pengalaman.

Akhir-akhir ini performa Fabregas sudah tidak konsisten. Hal itu membuatnya frustasi, dan tak mampu memberikan kontribusi apapun bagi timnya. Kondisi ini sangat jelas mewajibkan Chelsea untuk mendatangkan pemain baru. Tentunya dia harus tangguh, sepadan dengan kepiawaian Fabregas.

Beberapa nama yang dianggap mampu menyamai kemampuan Fabregas, antara lain Jorginho (SSC Napoli), Thiago Alcantara (Bayern Muenchen), Maco Verrati (PSG), dan Julian weigl (Borussia Dortmund). Manakah yang akhirnya merapat ke Chelsea

Alasan Mengapa Mu Bisa Juara Liga Champions

Keberhasilan tim MU saat pertandingan yang telah berlangsung dan bisa menjadi juara pada liga Champions ini tentunya tak lepas dari berbagai alasan yang mampu membuat klub nya mencapai kejuaraan. Tampil kembali pada Liga Champions, tentu saja mampu membuat Manchester United  ingin mengukir prestasi terbaiknya. Terlebih, MU ini telah memiliki sejumlah faktor yang mampu mengantarkan mereka dalam  merebut trofi saat kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Nah, berikut adalah beberapa faktor keberhasilan tim MU hingga jadi juara liga Champions.

  1. Manchester United miliki striker kelas dunia

Manchester United memang sudah mendatangkan seorang striker yang bernama Romelu Lukaku yang berasal dari Everton saat bursa transfer di musim panas pada tahun 2017. Seorang striker yang sudah berusia sekitar 24 tahun ini nyatanya memiliki nilai transfer sejumlah 75 juta pound. Selama laga yang sudah berlangsung selama berkompetisi nyatanya dia sudah mampu mencetak 4 gol dari empat laga. Tentunya meskipun harga transfernya terbilang tinggi, namun keahliannya dalam mencetak gol tidak perlu diragukan lagi. Inilah yang menjadi salah satu alasan keberhasilan tim MU bisa jadi juara liga Champions.

  1. Musim yang kedua bagi Mourinho

Pada saat musim yang pertama, manajer darI Manchester  United  memberikan sejumlah kritikan kepada Jose Mourinho.  Kendati demikian, nyatanya Mourinho masih bisa memberikan 3 gelar juara yang membanggakan untuk klub sepak bola MU. Tiga gelar juara tersebut antara lain Piala liga Inggris, Liga Europe maupun Community Shield. Jika kita lihat dari catatan Mourinho di masa yang lalu, sering kali pria asal Portugal ini meraih suatu kesuksesan besar pada musim yang kedua. Sebagai contoh saja saat berada di Inter Milan, pada musim pertama tahun 2008 hingga 2009 ia dianggap telah gagal. Namun pada musim yang kedua nyatanya ia mampu berikan sebuah trofi juara Liga Champions untuk klub Italia.

  1. Memiliki Lini Pertahanan Kokoh

Manchester United memang pernah dapatkan banyak kritikan pada saat Liga Inggris musim tahun 2016 hingga 2017. Salah satu kritikannya tentu saja mengenai produktivitas gol. Klub yang mendapatkan suatu julukan sebagai Setan Merah ini nyatanya sudah mampu mengemas 54 gol di musim tahun lalu. Meskipun demikian, lini pertahanan dari MU ini memang patut dibanggakan di musim lalu. Skuat racikan dari Jose Mourinho ini nyatanya hanya kemasukan 29 gol saja. Bukan hanya itu saja, MU pun tidak terkalahkan di antara bulan Oktober 2016 dan juga Mei 2017.

  1. Hadirnya kembali pemain gelandang Paul Pogba

Ketika telah usia menghabiskan waktunya selama 4 musim bersama Juventus di Intalia, nyatanya Paul Pogba ini mengambil keputusan untuk kembali lagi pada Manchester United di musim tahun 2016. Ia bahkan pernah menyandang status sebagai pemain termahal yang ada di dunia pada musim yang lalu dengan jumlah transfer sebesar 110 juta euro. Pada saat awal Liga Inggris pun ia sudah mampu menunjukkan kualitas yang dimilikinya sebagai jenderal lini tengah dari klub MU. Bukan hanya itu saja, nyatanya dari 3 liga yang berlangsung, ia pun sudah mampu mencetak gol. Pantas saja jika gelar juara liga Champions bisa didapatkan.

Gael Clichy tidak akan bersama Manchester city lagi musim depan

Gael Clichy Tidak Akan Bersama Manchester City Lagi Musim Depan

Gael Clinchy hengkang dari klub – Berita terbaru dunia sepak bola datang dari klub Manchester City yang mengabarkan bahwa Gael Clinchy hengkang dari klub akhir musim ini. Memang sudah beberapa waktu lalu beredar rumor mengenai keluarnya bek asal Prancis tersebut. Setelah Clichy keluar dari Manchester City, belum jelas kemana ia akan meneruskan masa depannya.

 

Apakah tetap bermain sepak bola di club lain atau benar-benar berhenti sebagai pemain bola. Hingga saat ini media terus mencari informasi lanjutan dari Clichy terutama informasi mengenai rencananya setelah benar-benar hengkang dari Manchester city.

 

Mengenai berita Gael Clinchy hengkang dari klub Manchester city, ini bukan jadi hal yang mengagetkan. Pasalnya pemain dengan usia 31 tahun ini sudah masuk dalam data sejumlah pemain yang akan dikeluarkan oleh manajer Josep pep Guardiola musim mendatang.

 

Selain usianya yang memang sudah tua, diperkirakan performanya saat bermain dalam pertandingan yang diikuti Manchester City sudah mulai menurun. Sedangkan MC membutuhkan pemain yang masih sangat prima tenaganya guna dapatkan keberhasilan dalam liga pertandingan bergengsi.

 

Dahulunya ia mulai di rekrut dari Arsenal pada tahun 2011. Selama bergabung bersama Manchester City tersebut ia sudah tampil sebanyak 192 kali. Selama 6 tahun bermain bersama MC, ia sudah mengangkat dua gelar Liga primer Inggris. Ini adalah salah satu bentuk pencapaian MC yang sangat baik. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari permainan Clinchy yang berkualitas pada waktu itu.

 

Keputusan Gael Clinchy Hengkang Dari Klub

Gael Clinchy hengkang dari klub – “Sulit, saya tidak yakin mengenai Joe Hart akan di Manchester City musim depan. Saya sendiri juga tidak akan ada disini di musim depan” tegas Clichy seperti yang dilansir Soccerway.

 

Rumor mengenai Gael Clinchy hengkang dari klub ini diperkuat dengan keputusan City yang tidak memperpanjang kontrak poblo Zabaleta. Namun Zaballeta lebih dulu dapatkan laga perpisahan saat menang 3-1 atas West Bromwich Albion, saat akhir pekan lalu.

 

Sepertinya Gael juga akan dapatkan laga perpisahan beberapa saat lagi ketika ia sudah benar-benar resmi hengkang dari Manchester City. Ia patut dapatkan penghargaan yang setimpal atas apa yang telah ia berikan pada klub ini. Jadi meski Gael Clinchy hengkang dari klub tetap saja ia keluar secara hormat sebagai pemain yang membanggakan. Namun demikian bukan berarti tidak membuat Clinchy bersedih, jika diminta untuk tetap bermain bersama Manchester City untuk beberapa tahun tentu ia masih menginginkannya karena bola sudah menjadi bagian dari hidupnya. Jika ia benar-benar keluar dari City, entah kapan lagi ia bisa berlaga dalam pertandingan.

 

Selain Gael Clinchy dan poblo Zabaleta, masih ada beberapa nama lagi yang juga dikabarkan akan hengkang dari club ini seperti Willy Caballero, Yaya Toure, Jesus Navas dan Bacary Sagna. Semua permain tersebut akan kehabisan kontrak pada musim ini dan semua juga belum dapatkan rencana perpanjangan kontrak hingga saat ini.

 

Jadi Gael Clinchy hengkang dari klub tidaklah sendirian bersamaan dengan keempat temannya tersebut. Musim depan sepertinya Manchester City akan melakukan perombakan besar atas sususan pemain mereka. Siapa saja yang nantinya akan memasuki posisi sebagai pengganti pemain yang hengkang tersebut masih belum diketahui.

 

Beberapa pendukung Clinchy tentunya inginkan ia masih bisa bermain sepak bola, namun mengingat usianya yang sudah cukup tua membuat beberapa klub enggan merekrutnya. Seperti yang kita tahu saat ini ada banyak sekali pemain muda yang lebih berkualitas performanya. Apapun nanti keputusannya setelah Gael Clinchy hengkang dari klub, pendukungnya tetap mengharapkan yang terbaik untuk masa depan Clinchy

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Jika kita mengingat Inggris, mungkin salah satu hal yang bisa dihubungkan dengan negara tersebut adalah adanya beberapa tim sepak bola. Bahkan, beberapa tim sepak bola dari negara Ratu Elizabeth tersebut sudah memiliki nama dan terkenal di kancah internasional. Salah satunya dan tak terkecuali juga melibatkan tim sepak bola Chelsea, yang memiliki simbol singa.

 

Michy Batshuayi, Striker The Blues Chelsea

Saat kita membicarakan tim sepak bola Chelsea, di sana pasti terdapat sejumlah nama pemain yang dikenal banyak sekali orang, terutama para penggemarnya. Salah satu dari pemain yang diandalkan oleh tim sepak bola asal Inggris yang satu ini adalah Michy Batshuayi, yang menempati posisi sebagai striker. Apakah Anda sudah pernah mengenal nama yang satu ini?

 

Ya, nama lengkap striker tim sepak bola Chelsea ini adalah Michy Batshuayi Tunga, yang lahir di Belgia pada tanggal 2 Oktober 1993. Ia pernah bermain untuk tim nasional Belgia. Kariernya sendiri sudah dimulai sejak muda, antara lain di tim bernama RVC Evere, RUSA Schaarberk, Brussels, Anderlecht, dan juga Standard Liege. Lalu, ia meneruskan karier senior.

 

Beberapa tim yang pernah dibela oleh striker tim sepak bola Chelsea tersebut antara lain adalah Standard Liege, Marseille, dan terakhir adalah Chelsea, yang dimulai dari tahun 2006. Sebagai informasi tambahan, tinggi badan dari pemain sepak bola yang satu ini adalah 185 cm dan kini mengenakan nomor punggung 23 pada tim yang dibelanya, yaitu The Blues Chelsea.

 

Michy Batshuayi, Tentukan Gelar Juara Chelsea

Michy Batshuayi, striker tim sepak bola Chelsea mengaku bahwa dirinya bangga bisa menjadi pemain yang bisa menentukan gelar juara dari klub sepak bola yang dibelanya. Bagi pemain sepak bola berusia 23 tahun ini, pengalaman tersebut merupakan mimpi yang terwujud menjadi kenyataan.

 

Pada waktu melawan West Brom, tepatnya akhir pekan lalu, tim sepak bola Chelsea berhasil menyabet kemenangan dengan skor 1-0. Dalam laga tersebut, gol tunggal dieksekusi oleh Batshuayi. Kemenangan ini pun akhirnya memastikan juara Liga Inggris pada musim ini berhasil diraih oleh Chelsea.

 

Michy Batshuayi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Pihaknya mempunyai musim yang fantastis. Mereka sudah bekerja sangat keras, bahkan semua orang sangat senang. Hal yang paling penting, mereka merupakan juara. Hal ini merupakan kesempatan demi mencapai tujuan dan mereka sangat senang telah berhasil.

 

Batshuayi bergabung dengan tim sepak bola Chelsea di awal musim ini. Sejauh ini, dari 25 pertandingan di seluruh kompetisi, ia sudah berhasil menyumbang 6 gol. Hal ini tentu saja bisa membanggakan Chelsea sebagai tim yang dibela oleh pemain asal Belgia ini. bahkan, sebagai pencetak gol pun Batshuayi juga merasa bangga dengan hal yang bisa dicapainya.

 

Ia menyatakan bahwa dirinya merasa sangat senang dapat membantu tim sepak bola Chelsea pada saat momen penting. Ini merupakan musim yang sulit sekali untuknya secara pribadi, namun ia tahu bahwa ini tak akan mudah, karena ini merupakan klub hebat dengan para pemain hebat. Ia sudah bekerja sangat keras dan sekarang memberi kontribusi besar.

 

Tak sampai di sini saja, pencetak gol dari tim sepak bola Chelsea ini juga menyatakan bahwa meski belum banyak bermain, namun ia sudah belajar banyak selama 1 pekan dalam latihan, bahkan kapanpun saat ia mendapat kesempatan untuk bermain, ia memberi yang paling baik.